PELATIHAN OPERATOR SIMPEG

PELATIHAN OPERATOR SIMPEG

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) merupakan suatu sistem informasi manajemen yang berfungsi untuk mengelola data, manajemen  dan administrasi kepegawaian di lingkungan Pemerintah Daerah.

Tujuan Implementasi SIMPEG adalah dapat terwujudnya suatu sistem informasi yang berintegrasi dalam suatu jaringan komputer yang mampu menghasilkan informasi yang bermutu untuk menunjang pengambilan keputusan manajemen kepegawaian di lingkungan Pemerintah Daerah, sehingga mampu :

  1. Menghasilkan informasi data kepegawaian untuk membantu pimpinan dalam merencanakan formasi, pengadaan, merencanakan mutasi, promosi/demosi, penyebaran pegawai dan merencanakan pelatihan pegawai di masa yang akan dating.
  2. Membantu kelancaran administrasi, manajemen kepegawaian dan meningkatkan kinerja pelayanan terhadap pegawai,
  3. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan yang bersifat rutin/berkala dan dalam pembuatan laporan.
  4. Mempermudah pimpinan dalam mengambil keputusan terkait dengan manjemen kepegawaian.

Dalam mencapai tujuan serta target kami telah mengembangkan SIMPEG dan melaksanakan Pelatihan operator SIMPEG. Pelatihan  dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu pada tanggal 6 Agustus 2019 yang dikuti oleh peserta sebanyak 48 orng sementara tanggal 7 Agustus 2019 diikuti oleh 39  peserta. Acara tersebut dilaksanakan di ruang rapat bawah Kantor Bupati Tabanan dan dibuka oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ir. I Wayan Sugatra dan didampingi oleh Kepala Bidang Data dan Diklat, I Nyoman Suirka, S. Sos, MAP. Pada kesempatan ini beliau berharap setiap Perangkat Daerah secara rutin mengupdate data pada simpeg sesuai dengan kewenangannya, Karena data merupakan hal yang sangat penting sebagai dasar dalam mengambil kebijakan maupun keputusan.

Pelatihan SIMPEG Tahun ini difokuskan  pada :

  1. Pada modul personal khususnya update alamat tempat tinggal ASN
  2. Pada modul Jabatan ASN dimana dengan adanya perubahan Jabatan pada level pelakasana. Pada modul jabatan ini juga operator setiap perangkat daerah menempatkan ASN Pelaksana sesuai dengan jabatan atasan langsungnya, sehingga bisa tersusun peta jabatan yang nantinya akan terintegrasi dengan aplikasi E-Kinerja.
  3. Pada modul SKP, operator menginput data SKP sehingga adanya data rekap nilai SKP yang nantinya akan diintegrasikan dengan aplikasi E-LAPKIN pada SAPK.
  4. Mengakses laporan-laporan ASN yang sudah diperbaharui.