25 Maret 2026

Singasana – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tabanan menggagas inovasi bertajuk ASTANA MERU (ASN Tabanan Magang Dalam Era Baru). Program ini hadir sebagai salah satu strategi untuk mengoptimalkan hasil penilaian Indeks Profesionalitas ASN (IP ASN) yang masih perlu ditingkatkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Seijin Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Tabanan, Kepala Bidang Fungsional dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dewa Gede Wira Adi Natha Kartika, SH, M.M., menyatakan bahwa inovasi ASTANA MERU dirancang sebagai program pengembangan kompetensi non klasikal melalui pola magang, yang menjadi alternatif baru selain metode pelatihan klasikal. “Dengan pola ini, ASN didorong untuk belajar langsung melalui praktik kerja di bidang-bidang strategis di BKPSDM, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman nyata sekaligus meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kabid FPSDM menegaskan bahwa ASTANA MERU memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan Indeks Profesionalitas ASN. “Secara filosofi, ASTANA MERU terdiri dari 2 (dua) kata yang masing-masing memiliki arti: ASTANA: Merujuk pada arti Sanskerta: sthāna yang berarti “tempat yang menarik”. MERU : Merujuk pada simbol gunung, yang bertingkat-tingkat. Jadi “ASTANA MERU” dapat diartikan, BKPSDM Kabupaten Tabanan diharapkan dapat bertransformasi menjadi sebuah tempat yang menarik sebagai pusat pengembangan kompetensi untuk menghasilkan SDM Aparatur yang memiliki tingkatan-tingkatan atau jenjang kompetensi  yang semakin tinggi sesuai dengan kebutuhan organisasi. Program ini bukan sekadar memberi pengalaman magang, melainkan menjadi instrumen nyata untuk memperkuat kualitas ASN. Dengan penguasaan kompetensi yang lebih baik, kita berharap nilai IP ASN Kabupaten Tabanan dapat meningkat signifikan dan mencerminkan kinerja aparatur yang semakin profesional,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, BKPSDM Kabupaten Tabanan telah menyusun sejumlah instrumen pendukung, antara lain Kurikulum Magang dan Materi, Standar Operasional Prosedur (SOP), Surat Edaran Magang, serta jadwal pelaksanaan magang. Program percontohan (pilot project) dilaksanakan di lingkungan BKPSDM Kabupaten Tabanan dengan durasi 8 hari kerja, yang terdiri atas materi wajib seperti pengenalan tools e-learning dan pemutakhiran data kompetensi dalam aplikasi SIASN, serta materi pilihan sesuai bidang layanan seperti fungsional dan pengembangan SDM, mutasi dan penilaian kinerja, serta pengadaan, pemberhentian dan informasi kepegawaian dengan menyasar pejabat/pengelola kepegawaian pada Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan

Inovasi ASTANA MERU diharapkan memberikan manfaat strategis, baik bagi organisasi BKPSDM yang kini memiliki pilihan pengembangan kompetensi non klasikal, bagi perangkat daerah yang dapat menyiapkan ASN lebih adaptif, maupun bagi peserta magang yang mendapatkan pengalaman praktis untuk mendukung pengembangan karier. Selain itu, program ini juga sejalan dengan kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mendorong penguatan sistem pengembangan kompetensi ASN secara berkelanjutan.

Dengan adanya ASTANA MERU, BKPSDM Kabupaten Tabanan menegaskan komitmennya dalam membangun ASN yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern. Inovasi ini juga menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai ASN BerAKHLAK serta mendukung terwujudnya pemerintahan yang efektif, transparan, dan berdaya saing.